CONGO


Mungkin bagi sebagian pengemar vespa ingat 25 desember 196o atau bahkan tidak mengetahuinya sama sekali,bahwa Indonesia pernah mengirimkan pasukan misi perdamaian ke Democratic Of Congo. karena dari situlah awal populasi vespa di indonesia berkembang pesat. Semenjak penugasan pasukan Garuda I yang berakhir di tahun 1957 pihak UN menawarkan untuk memberikan fasilitas secara nasional kendaraan scooter ini. Jenis vespa congo ini juga dibedakan menurut kepangkatan menurut beberapa sumber. untuk vespa 150 cc diberikan untuk yang berpangkat tinggi dan vespa 125 cc diberikan untuk yang berpangkat dibawahnya. semua itu dapat terlihat pada kiri handlebar terdapat sematan tanda nomor prajurit yang berbentuk oval yang terbuat dari bahan kuningan dan piagam yang menyertainya.
keunikan lainnya yang melingkupi vespa congo ini adalah bukan italia yang mengeluarkannya melainkan german. maka tidak heran vespa congo ini menjadi incaran para pengemar atau bahkan kolektor. kita harus mulai bertanya? bukankah vespa itu di buat di eropa kenapa para pemburu lebih banyak dari orang luar negeri datang ke indonesia. dengan maraknya ekspor vespa ke luar negeri akankah kita akan bisa melihat sejarah bisu melewati jalanan di indonesia.
mari kita tambah populasi vespa di indonesia bukan menguranginya.